Sabtu, 1 Agustus 2026, Museum Gunungapi Merapi (MGM), Hargobinangun, Pakem, menjadi ruang perjumpaan warga Muhammadiyah dalam Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Kegiatan yang diselenggarakan PDM Sleman bersama PCM Pakem ini mengangkat tema “Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban.”
Rangkaian acara memperlihatkan bahwa dakwah dapat hadir dalam banyak bentuk. Selain pengajian, kegiatan diisi pemeriksaan kesehatan, donor darah, bazar UMKM binaan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Pakem, serta penampilan potensi murid-murid Amal Usaha Muhammadiyah. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah hadir dan menjadikan kawasan kegiatan sebagai ruang silaturahmi yang hidup.
Ketua PCM Pakem, R. Agung Nugraha, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan. Tausiyah disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Munir, M.Ag. dengan tajuk At-Tadayun al Ihsani. Bupati Sleman Harda Kiswaya juga hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap peran Muhammadiyah dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu momentum penting adalah Wakaf Award. Hj. Supraptinah menerima penghargaan atas wakaf tanah dan bangunan Pesantren King Sulaiman yang disebut bernilai sekitar Rp6 miliar. Penghargaan juga diberikan kepada Sugili Putra atas wakaf tanah dan bangunan musala sekolah sekitar Rp1,5 miliar.
Hari Ber-Muhammadiyah di lereng Merapi akhirnya bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi gambaran gerakan yang mempertemukan dakwah, ilmu, layanan, filantropi, pendidikan, ekonomi, dan ukhuwah. Semangat inilah yang perlu terus dirawat agar dakwah semakin dekat dengan kebutuhan umat dan memberi manfaat nyata.

