Sumedang, 22 September 2026 — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem kembali menggelar pertemuan rutin bersama jajaran pimpinan dan perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Pakem. Pertemuan berlangsung pada Selasa malam, 22 September 2026, bertempat di Masjid Al Hidayah Sumedang.
Pertemuan yang dimulai pukul 20.30 WIB tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyampaikan perkembangan kegiatan di masing-masing ranting, sekaligus membahas berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara PCM, PRM, AUM, Lazismu, dan unsur Muhammadiyah lainnya.
Pertemuan dipimpin oleh Indarto Trisno Susilo, Sekretaris PCM Pakem. Sejumlah unsur pimpinan PCM dan PRM hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Bendahara PCM, para wakil ketua bidang, serta perwakilan PRM Harjobinangun, Hargobinangun, dan Purwobinangun.
Harjobinangun: Penguatan Pengajian dan KOKAM
PRM Harjobinangun menyampaikan tiga program utama yang sedang berjalan, yaitu pengajian, pendirian TK, dan pembentukan KOKAM. Dalam waktu dekat juga direncanakan kegiatan sharing dan pengenalan KOKAM.
Saat ini jumlah anggota KOKAM di Harjobinangun mencapai 14 orang, termasuk anggota senior. Pertemuan rutin KOKAM dilaksanakan setiap Ahad Kliwon dengan mengenakan pakaian dinas lapangan. Selain itu, pertemuan gabungan PRM dan PRA mulai dilaksanakan secara rutin dua bulan sekali.
Salah satu pembahasan penting adalah pengelolaan pengajian Ahad pagi. PCM mendorong agar kegiatan Ahad pagi yang berada dalam wilayah PRM dapat berada dalam kendali dan pembinaan ranting. Ranting juga didorong untuk berkoordinasi dengan PKU, Lazismu, GSS, dan unsur lainnya sehingga kegiatan dapat berkembang melalui kolaborasi.
Candibinangun Dorong Kolaborasi dan Pengembangan Ranting
PRM Candibinangun menyampaikan sejumlah perkembangan positif. Salah satunya adalah kolaborasi dengan UII dan UAD, termasuk rencana menjadikan Ranting Candibinangun sebagai ranting percontohan oleh UAD.
Kolaborasi PRM dan PRA juga dilakukan dalam pembentukan majelis tabligh. Pendataan masyarakat yang dekat dengan Muhammadiyah menjadi salah satu bagian dari upaya penguatan dakwah, salah satunya melalui kegiatan Malam Senin.
Di bidang pengembangan sarana, Candibinangun memiliki rencana pembangunan gedung MICC. Sementara itu, kegiatan fundraising Lazismu di wilayah Candibinangun juga terus berjalan dan termasuk yang aktif.
Candibinangun juga sedang mempersiapkan rencana menggandeng donatur dari Timur Tengah. PCM mengingatkan agar setiap ranting dapat mencermati keunggulan dan potensi masing-masing untuk dikembangkan.
Terkait pengajian Ahad pagi, PCM juga membuka kemungkinan pengembangan pusat kegiatan tidak hanya di masjid, tetapi juga di lembaga pendidikan.
Purwobinangun: Kepedulian Sosial dan Penguatan Ahad Pagi
Dari Purwobinangun, disampaikan bahwa pertemuan rutin telah berjalan setiap bulan. Selain koordinasi internal, PRM juga menunjukkan kepedulian terhadap lembaga pendidikan dan kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
PRM Purwobinangun turut membantu biaya listrik KB Nafisa sebesar Rp50.000 serta pernah membantu kegiatan renovasi. Setoran infak juga dilakukan melalui pengajian Malam Ahad Legi di ZIS.
Pengelolaan kegiatan Ahad pagi di Al Barokah juga disebut mengalami perbaikan dan memberikan dampak yang baik terhadap kegiatan jamaah.
Hargobinangun: Menguatkan Koordinasi dan Menggali Potensi
PRM Hargobinangun menyampaikan bahwa pengurus masih dalam proses memahami lingkungan dan membangun koordinasi internal. Harapan untuk menghidupkan agenda PRM tetap ada, meskipun masih membutuhkan penguatan koordinasi.
Aktivasi Satumu juga masih belum dapat dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, PCM mendorong agar koordinasi dengan PCM dilakukan secara rutin setidaknya sebulan sekali. Koordinasi tersebut diharapkan menjadi sarana penyegaran, saling menguatkan, sekaligus mendorong setiap ranting untuk mengimplementasikan hasil koordinasi sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
PCM juga mendorong setiap PRM untuk menghadirkan terobosan kegiatan. Ranting dapat memanfaatkan dana sisa kegiatan MGM untuk menunjang kegiatan organisasi dengan mengajukan proposal kepada Lazismu.
Ahad Pagi dan KOKAM Menjadi Bagian Penguatan Dakwah
Salah satu arah pengembangan yang muncul dalam pertemuan adalah penguatan kegiatan Ahad pagi dan keberadaan KOKAM di berbagai titik kegiatan.
PCM berharap ke depan setiap titik Ahad pagi dapat memiliki unsur KOKAM. Khusus di Hargobinangun, terdapat tiga titik kegiatan Ahad pagi yang dapat terus dimaksimalkan.
Dalam bidang kepedulian sosial, Lazismu juga diarahkan untuk memberikan perhatian kepada KB Nurul Hikmah Tritis yang dinilai masih membutuhkan dukungan. Selain itu, perhatian terhadap panti asuhan Muhammadiyah juga menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat.
Menguatkan Ranting, Menghidupkan Persyarikatan
Pertemuan rutin PCM Pakem ini menunjukkan bahwa penguatan Persyarikatan tidak hanya bertumpu pada program di tingkat cabang. Berbagai kegiatan di tingkat ranting—mulai dari pengajian, pendidikan, KOKAM, fundraising, kegiatan sosial, hingga pengembangan sarana—menjadi bagian penting dari gerak bersama Muhammadiyah di Pakem.
Koordinasi yang rutin antara PCM dan PRM diharapkan dapat mempertemukan berbagai potensi tersebut sehingga setiap ranting dapat berkembang sesuai karakter dan kekuatannya masing-masing, sekaligus tetap terhubung dalam semangat kolaborasi Persyarikatan.
Dari ranting yang aktif, lahir gerakan yang kuat. Dari kolaborasi, tumbuh kemanfaatan yang lebih luas.

